Lubang Hitam

Sebuah area yang menyebabkan distorsi ruang dan waktu yang terjadi di sekitarnya karena besarnya gaya gravitasi pada intinya.

Bintang Neutron

Bintang mati yang sangat amat padat dengan gaya tarik gravitasi yang sangat besar. Tercipta karena meleburnya sebuah bintang setelah fase Red Giant.

Kepler-62f

Planet Kepler-62f, planet yang disebut memiliki kemungkinan tertinggi untuk menjadi bumi ke-2.

Olympus Mons

Gunung terbesar yang berada di tata surya, terletak di planet Mars.

Galaksi Andromeda

Galaksi terdekat dengan galaksi kita (Bimasakti) dan diprediksi akan berbenturan dalam beberapa ratus ribu tahun kedepan.

Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2018

Neutron Star, Bahan Baku Palu Thor

Hasil gambar untuk bintang neutron
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipH2N4SpkBVHB8JPF3-qr7uVSoSH_oGbXh1wqfrZLgm2ylQb4_RgQ5Bh5MtdqGNTKM1NsogY1QFKW3YAwQ1CpEOiy4khDePPFSkrPMjsXmU0CFLioWSi39AihfEU-WFVnNklvhlsllQuY/
s1600/neutronstar_vancouver600.jpg
Bintang neutron adalah jenis bintang padat yang bisa dihasilkan dari keruntuhan gravitasi sebuah bintang berukuran besar setelah terjadi supernova. Bintang neutron diketahui sebagai bintang dengan ukuran terkecil namun dengan kepadatan terbesar dibandingkan semua jenis bintang yang telah dipelajari di alam semesta; dengan radius 12–13 km, bintang neutron dapat memiliki massa sampai dua kali lebih besar dari massa matahari.[1]

Ukuran bintang neutron bisa sebesar satu kota seperti jakarta namun berbobot lebih berat dari matahari. (Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Bintang_neutron)

Bintang Nutron, benda terpadat kedua dalam alam semesta selain Lubang Hitam. Bintang Neutron tercipta setelah meleburnya bintang ukuran kecil sampai sedang setelah fase Raksasa Merah. Bintang Neutron juga memiliki sebuah fakta yang cukup menarik. Pasalnya bintang ini dapat berotasi dengan total 300 kali putaran per detiknya.

Ukuran Bintang Neutron yang relatif kecil, berbanding terbalik dengan massanya. Hal ini juga diakibatkan dari kepadatan yang teramat sangat tinggi. Sampai sampai satu sendok makan bagian dari Bintang Neutron memiliki massa yang sama dengan seluruh populasi di Bumi.

Seperti yang sudah disampaikan di judul, pencipta komik marvel, Martin Goodman, mengambil inspirasi dari bintang ini sebagai salah satu senjata paling ikonik sepanjang masa. Mjolnir, milik Thor anak dari Odin. Mjolnir berbahan dasarkan Uru yang berasal dari Bintang Mati (Death Star). Massa dari Bintang Mati dan Bintang Neutron relatif sama, hanya saja pada Bintang Mati mereka sudah berhenti berotasi dan kehilangan semua energi mereka.

Begitulah akhir dari project pembuatan Blog ini. Untuk postingan kedepannya saya tidak bisa menjamin, tapi akan tetap saya usahakan.Terimakasih sudah bergabung, and... Stay Curious Guys~!!

(Semua konten di dalam blog ini dibuat dan ditulis oleh Bagus Dwi Setyadi)

Rabu, 28 November 2018

Bintik Merah Raksasa, Badai di Jupiter Yang Seukuran Planet Bumi

https://www.outerplaces.com/media/k2/items/cache/3ca399f7224d3b0165a67835ddc507bc_L.jpg
Bintik Merah Raksasa (Inggris: Great Red Spot) adalah badai antisiklon permanen pada planet Yupiter yang berada di 22° selatan khatulistiwa yang telah ada selama sedikitnya 176 tahun dan kemungkinan telah ada selama 340 tahun atau lebih. Badai tersebut sangat besar sehingga dapat dilihat melalui teleskop di Bumi. Kemungkinan badai ini diamati pertama kali oleh Giovanni Domenico Cassini, yang menggambarkannya sekitar tahun 1665.

Citra dramatis Bintik Merah Raksasa Yupiter pertama kali diambil oleh wahana antariksa Voyager 1 pada 25 Februari 1979[1], ketika wahana tersebut berada sekitar 9,2 juta km dari Yupiter. Awan berukuran 160 km dapat dilihat di gambar tersebut. Pola berbentuk gelombang berwarna di sebelah kiri (barat) dari Bintik Merah adalah wilayah dengan gerakan gelombang yang rumit. Untuk memberikan kesan skala Yupiter, badai putih berbentuk oval di bawah Bintik Merah adalah kurang lebih memiliki garis tengah yang sama dengan Bumi. (Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Bintik_Merah_Raksasa)


Minggu, 25 November 2018

Penciptaan Bulan, Lahir Dari Kehancuran

https://asset.kompas.com/crop/99x1:681x390/750x500/data/photo/2015/12/23/2229176bulanpurnama780x390.jpg
Pernahkah kalian melihat yang bersinar begitu cerahnya di gelapnya langit malam dunia tercinta kita ini? Ketika mengamatinya, kita sesekali akan berpikir bagaimana sesuatu yang seunik dan seindah itu melayang layang di sekitar kita. Apakah ada suatu sihir yang menahannya agar tetap melayang, agar tetap bersinar begitu cerahnya. Inilah proses terciptanya bulan menurut para saintis.

Siapa yang tahu ternyata bulan tercipta dari bagian Bumi itu sendiri. Pada suatu waktu di masa pembentukannya, Bumi pernah dihantam oleh sebuah asteroid sebesar planet mars. Asteroid itu diberinama Theia. Guncangan yang terlalu kuat itu tentu saja menghancurkan dan meremukkan bagian bagian Bumi ini. Namun, hasil dari tumbukan tersebut, bagian "Kulit Terluar" Bumi hancur dan terkelupas. Kemudian mulai bersatu perlahan lahan oleh gravitasi.

Batuan batuan yang awalnya merupakan kerak bumi itu mulai membentuk seperti bola. Terus berputar dan terus mengelilingi bumi sebagai pusat revolusinya. Hingga akhirnya menjadi satelit Bumi yang sering kita sebut sebagai Bulan. Hal ini juga dapat menjelaskan kenapa saat Neil Amstrong, orang yang pertama menginjakkan kaki di bulan menjelaskan bahwa batuan di bulan tidak banyak berbeda dengan di Bumi.

Sebagai satelit, Bulan benar benar mengambil peranan penting dalam kehidupan di Bumi. Mulai dari sebagai pusat pencahayaan untuk hewan hewan nokturnal, sampai kejadian pasang surut air laut dan pengaturan suhu di permukaan bumi. Untuk cahaya yang dipancarkannya, Bulan mendapat dan menyerapnya dari cahaya matari.

Beberapa kejadian yang berkaitan dengan sang lunar antara lain Gerhana Bulan (Eclipse), Bulan Biru (Blue Moon), Bulan Merah (Red Moon), dan tentu saja Bulan Purnama.

Dari kejadian ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa sesuatu yang indah dan begitu banyak kegunaannya dapat tercipta dari kehancuran yang maha dasyat. Stay Curious guys!

Sabtu, 24 November 2018

Bagaimana Terciptanya Air di Bumi?

Hasil gambar untuk water on earth
https://i0.wp.com/tecake.in/wp-content/uploads/2014/11/water-on-earth-tecake.jpg?resize=900%2C556&ssl=1
Air, suatu materi yang begitu penting tapi sering di sia siakan. Air pada awalnya tidak ada di Bumi, menurut proses pembentukannya. Bumi hanyalah sebuah batu di Tata Surya yang hanya melayang layang dan di hantam oleh ratusan meteor dan asteroid. Suhunya juga sangat amat tinggi ketika proses pembentukan, membuat semakin mustahil bagi materi yang akan menguap di suhu 100 derajat celsius ini.

Namun, dari salah satu meteor yang menghantam Bumi, ada satu yang unik. Meteor tersebut mengandung kristal es yang membawa materi pembentuk air, Hidrogen. Ketika meteor tersebut menghantam bumi, tentu terjadi ledakan yang begitu besar. Namun, sesaat setelah itu kristal es mulai masuk ke dalam Bumi tanpa atmosfir ini.

Barulah ketika hujan meteor dan asteroid reda, kristal kristal tersebut menguap dan menciptakan atmosfir untuk melapisi bumi. Di atmosfir tersebut, terbentuklah awan awan hasil uapan kristal yang selanjutnya turun sebagai hujan. Terus mengulang siklus tersebut, sampai akhirnya air menjadi daerah yang menutupi Bumi. Membuat planet batu penuh api kita menjadi di dominasi warna biru yang menakjubkan.

Begitulah sekiranya pembentukan air di Bumi, apakah masih ada hal yang mengganjal di hati pembaca? Untuk hal itu saya kembalikan pada anda sekalian, stay curious guys!